
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air
BANJARTV.COM, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar telah menyalurkan sekitar 400 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugroho, mengatakan pendistribusian air bersih hingga saat ini masih terus berlangsung.
“Per hari ini sudah kita distribusikan sekitar 400 ribu liter air bersih. Jika satu tangki berkapasitas 5.000 liter, berarti sudah puluhan tangki yang disalurkan,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Rabu (15/7/2026) sore.


Ia menjelaskan, penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah instansi dan organisasi.
“Alhamdulillah, bukan hanya BPBD. Ada dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), balai terkait, PMI, serta berbagai relawan yang turut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, BPBD Kabupaten Banjar juga terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Wasis mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang meluas.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berpotensi menimbulkan karhutla,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak, mengingat sejumlah wilayah mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
“Karena mulai terjadi kelangkaan air bersih di beberapa wilayah, masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara hemat dan bijaksana,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi karhutla, BPBD Kabupaten Banjar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penggunaan helikopter water bombing apabila terjadi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Wasis menambahkan, upaya pencegahan akan terus ditingkatkan mengingat puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung sekitar dua bulan ke depan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
*(ARD/BANJARTV.COM)