BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah

Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah

📅 15 Jul 2026 ✍️ banjartv 🕐 21 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari daerah pemilihan (Dapil) Banjarmasin Barat, Saut Nathan Samosir, menyerap berbagai aspirasi warga dalam kegiatan reses masa sidang II tahun 2026. Keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kasus anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Kegiatan reses hari ketiga tersebut digelar di Kedai 99 Trisakti, Selasa (14/7/2026), dan dihadiri sekitar 100 warga dari Kelurahan Telawang dan Basirih.

Dalam dialog bersama warga, persoalan infrastruktur menjadi salah satu sorotan utama. Warga mempertanyakan realisasi pelebaran jalan dan pembangunan jembatan di RT 16 Kelurahan Basirih yang hingga kini belum terealisasi, meski sebelumnya telah diajukan dan dipantau.

Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pemasangan kaca cembung di sejumlah titik persimpangan yang dinilai rawan kecelakaan. Fasilitas tersebut dianggap mendesak guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Permasalahan lain yang turut disampaikan adalah hilangnya data sejumlah warga penerima bantuan BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang diharapkan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Di antara berbagai aspirasi tersebut, persoalan anak putus sekolah menjadi perhatian serius. Ketua RT 07 RW 01 Kelurahan Basirih, Yuli, mengungkapkan sedikitnya 10 anak di wilayahnya terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di kelas 3 hingga 5 SD.

“Faktor utamanya adalah keterbatasan ekonomi. Bahkan ada anak yang telah kehilangan orang tua. Untuk kebutuhan dasar saja sulit, apalagi biaya sekolah dan seragam,” ujar Yuli.

Menanggapi hal tersebut, Samosir menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh aspirasi warga, khususnya terkait pendidikan anak-anak di Basirih. Ia menyatakan akan melakukan pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.

“Kami akan mendampingi dan mendaftarkan kembali anak-anak tersebut agar dapat memperoleh bantuan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ke depan, kami juga akan mencari solusi jangka panjang agar tidak ada lagi anak putus sekolah, khususnya di Banjarmasin Barat,” tegasnya.

Baca Juga  Banjir Rendam 8 Kecamatan di Kabupaten Banjar, Hampir 120 Ribu Warga Terdampak

Untuk memastikan aspirasi warga mendapat tindak lanjut, Samosir turut menghadirkan perwakilan dari sejumlah dinas terkait dalam kegiatan reses tersebut. Kehadiran pihak eksekutif diharapkan dapat mempercepat respons serta menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

*(RED/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook