BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Unik dan Menghibur, Lomba Mahambit Hatap Warnai Perayaan Maulid dan HUT ke-81 RI di Pandulangan • Warung Gratis Semarak Maulid Nabi, Bupati HSS Apresiasi Semangat Berbagi Warga Kandangan Utara • TP PKK HSS Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Aneka Lomba Penuh Kebersamaan • 57 Pemain U-9 dan U-12 Ramaikan Festival Game Internal Abadi Soccer 2026 • Bupati HSS Apresiasi Penggerak HAM Desa, Perkuat Perlindungan Hak Warga • Bupati HSS Tinjau Tes Psikologi 4.184 Murid SMP, Pertama di Kalimantan Selatan • APBD Perubahan HSS 2026 Ditargetkan Rp2,057 Triliun, Naik 4,09 Persen • Sholat Istisqa Digelar di Daha Utara, Warga Berharap Hujan Segera Turun • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
GOW HSS Tingkatkan Literasi Kebencanaan Organisasi Wanita untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

GOW HSS Tingkatkan Literasi Kebencanaan Organisasi Wanita untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

📅 23 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 23 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar Penyuluhan Penanganan dan Penanggulangan Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten HSS, Rabu (20/5/2026).

Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS, Sandy Hidayat, SKM, dan diikuti perwakilan berbagai organisasi wanita di daerah tersebut.

Peserta yang hadir berasal dari Tim Penggerak PKK, Gatriwara, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Persit Batalyon TP 829/BA, Dharmayukti Karini, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, hingga Nasyiatul Aisyiyah.

Ketua GOW Kabupaten HSS, Hj. Misnawati, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan keluarga dan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam penanggulangan bencana tidak selalu harus berada di garis depan. Perempuan dapat berkontribusi melalui edukasi kepada anggota keluarga, menyiapkan kebutuhan darurat, serta menanamkan budaya siaga bencana di lingkungan sekitar.

“Ibu-ibu tidak perlu menjadi petugas lapangan untuk dapat berperan dalam penanggulangan bencana. Peran perempuan sangat penting, mulai dari memberikan edukasi kepada keluarga, menyiapkan kebutuhan darurat, hingga membantu membangun ketangguhan masyarakat,” ujar Misnawati.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat menjadi penyebar informasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Sandy Hidayat memaparkan berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Hulu Sungai Selatan, termasuk langkah mitigasi serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Baca Juga  Mencetak Lulusan Berdaya Saing Tinggi, Fakultas Ekonomi UNISKA Yudisium Mahasiswa Semester Ganjil 2025/2026

Ia menekankan bahwa kesiapan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman bencana.

“Pengetahuan dasar kebencanaan perlu dimiliki setiap keluarga agar masyarakat tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat saat terjadi bencana,” kata Sandy.

Melalui kegiatan ini, GOW HSS bersama BPBD Kabupaten HSS berharap edukasi kebencanaan dapat semakin luas menjangkau masyarakat. Organisasi-organisasi wanita pun diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan budaya siaga bencana, sehingga tercipta keluarga dan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook