BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bunda PAUD HSS Hadiri Pengukuhan dan Pelepasan Siswa TK Negeri Pembina Kandangan • Bupati HSS Resmi Buka GERAK SEGAR, Dorong Lansia Sehat dan Tetap Produktif • Bupati HSS Hadiri Haul ke-5 Guru Kapuh, Tegaskan Komitmen Hormati Ulama dan Perkuat Ukhuwah • Wabup HSS Hadiri Pembukaan MTQ XXXVII Kalsel, Beri Semangat Kafilah dan Promosikan UMKM • Peringati Haul ke-5 Guru Kapuh, Ketua TP PKK HSS Ajak Kaum Perempuan Teladani Ulama • Berbekal Rp50 Ribu dan Air Mineral, Warga Kuin Gowes Seorang Diri ke Haulan Guru Kapuh • Target Lima Besar, Kafilah Banjarbaru Siap Berlaga di Batola MTQN Kalsel ke-37 • Mencetak Lulusan Berdaya Saing Tinggi, Fakultas Ekonomi UNISKA Yudisium Mahasiswa Semester Ganjil 2025/2026 • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kecombrang Loksado Dinilai Berpotensi Tembus Pasar Nasional

Kecombrang Loksado Dinilai Berpotensi Tembus Pasar Nasional

📅 08 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 08 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, LOKSADO — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, melakukan pembinaan kepada kader Pokja 2 Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Kecamatan Loksado, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini menyoroti potensi tanaman kecombrang yang tumbuh subur di kawasan Pegunungan Meratus. Tanaman tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Saat meninjau langsung lokasi, Hj. Mustaidah tampak antusias melihat bunga dan buah kecombrang yang tumbuh melimpah di wilayah itu. Ia juga sempat mencicipi buah kecombrang yang baru dipetik dari pohonnya.

“Luar biasa, tanaman kecombrang di Loksado ini tumbuh sangat subur. Selain bunganya yang cantik dan aromatik untuk masakan, buahnya pun memiliki cita rasa unik yang menyegarkan. Ini adalah aset yang harus kita kelola,” ujarnya.

Menurutnya, kecombrang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan, seperti bahan kuliner tradisional, sambal kemasan, hingga minuman segar yang memiliki daya saing di pasar lebih luas.

Ia mendorong para kader UP2K untuk terus berinovasi dalam mengolah potensi lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Potensi alam lokal harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan kreativitas dan pengemasan yang menarik, kecombrang bisa menjadi produk khas Hulu Sungai Selatan,” katanya.

Selain sektor olahan pangan, Ketua TP PKK HSS juga melihat peluang besar pada pengembangan agrowisata di Kecamatan Loksado. Ia mengajak wisatawan datang dan menikmati keindahan alam sekaligus melihat langsung tanaman kecombrang yang tumbuh alami di kawasan tersebut.

“Di Loksado, wisatawan tidak hanya menikmati sungai dan hutan yang asri, tetapi juga bisa melihat indahnya tanaman kecombrang yang mekar di alam liar,” ungkapnya.

Baca Juga  Dies Natalis ke-41, SMPN 6 Kandangan Jadi Ajang Pengembangan Bakat Siswa

Melalui pembinaan Pokja 2 UP2K ini, para kader diharapkan mampu meningkatkan inovasi produk berbasis kecombrang, menyiapkan kemasan yang lebih menarik, serta menjadikan potensi lokal sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi antara Ketua TP PKK HSS dan kader UP2K mengenai strategi pengolahan serta pengemasan produk agar kecombrang khas Loksado dapat dikenal lebih luas sebagai ikon kuliner dan oleh-oleh khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook