BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Pemkab HSS Tingkatkan Kompetensi Guru SD Lewat Pelatihan Koding dan AI serta Bimtek Inklusi • Pemkab HSS Perkuat Tata Kelola, Bupati Buka Pelatihan Manajemen Risiko • KKN Internasional ULM Gelar Program “Jom Kita ke Ladang” dan Penyuluhan K3 di Perkebunan Sawit FELDA Sening • Pemkab HSS Pastikan Transportasi dan Pengamanan Jemaah Haji 2026 Berjalan Optimal • Kemenperin Dampingi 30 IKM Bambu di HSS, Dorong Daya Saing Produk Lokal • 500 Paket Sembako Disalurkan untuk Kader PKK dan Pendidik PAUD di HSS • Ratusan Santriwati MDT HSS Diwisuda, Wabup Tekankan Pentingnya Akhlak • Bupati HSS Lantik Delapan Anggota BPD Antar Waktu, Tekankan Integritas dan Sinergi • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkab HSS Tingkatkan Kompetensi Guru SD Lewat Pelatihan Koding dan AI serta Bimtek Inklusi

Pemkab HSS Tingkatkan Kompetensi Guru SD Lewat Pelatihan Koding dan AI serta Bimtek Inklusi

📅 06 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 31 menit lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendorong peningkatan kompetensi guru sekolah dasar melalui pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI) serta bimbingan teknis (bimtek) guru pendamping khusus. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, di Banjarbaru, Senin (4/5/2026).

Pelatihan yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 di Hotel Novotel Banjarbaru tersebut menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat layanan pendidikan inklusif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS, Ronaldy Prana Putra, mengatakan kegiatan ini mencakup dua agenda utama, yakni bimtek guru pendamping khusus tingkat SD yang diikuti 40 guru dari sekolah inklusi serta pelatihan koding dan AI level 1 yang diikuti 33 guru perwakilan dari 11 kecamatan.

“Saat ini terdapat 74 sekolah di HSS yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus. Karena itu, peningkatan kompetensi guru pendamping menjadi sangat penting untuk menghadirkan layanan pendidikan yang setara dan berkualitas,” ujar Ronaldy.

Bupati HSS H. Syafrudin Noor dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut kesiapan para guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan.

“Teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sesuatu yang jauh, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Pertanyaannya, apakah kita siap?” katanya.

Ia menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dan inspirator yang mampu mengarahkan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah dan manfaatnya adalah manusia. Karena itu, guru harus mampu membimbing siswa agar tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga beretika dan berkarakter,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Menurutnya, pelaksanaan bimtek guru pendamping khusus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Peran guru pendamping sangat mulia dan penuh tantangan, sehingga perlu didukung dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap kualitas pendidikan di daerah dapat terus meningkat, baik dalam penguasaan teknologi maupun pelayanan terhadap peserta didik berkebutuhan khusus.

Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

“Kita harus menyiapkan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan dan memanfaatkannya untuk menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook