BANJARTV
🔍
Lintas Banua
Bunda PAUD HSS Tekankan Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Kekerasan terhadap Anak • Raih Nilai 97,85, HSS Ditetapkan sebagai Kabupaten Percontohan Ber-AKSI 2026 • Polda Kalsel Gandeng Komunitas Gamers Banua Deklarasikan Penolakan Judi Online • HMJM dan ESA FEB ULM Tanam 300 Bibit Pohon dalam Aksi Run Fest 2026 • Pengurus KKG dan MGMP PAI se-Kalsel Dikukuhkan, Kakanwil Tekankan Peran Guru dalam Pembentukan Karakter • GOW HSS Perkuat Kapasitas Perempuan dalam Pengelolaan Media Sosial • Bupati HSS Dukung Rezky, Atlet Pencak Silat Kalsel Siap Berlaga di O2SN Nasional • Wabup HSS Hadiri Pembukaan Latsarmil Komcad ASN Pemprov Kalsel 2026 • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kemenperin Dampingi 30 IKM Bambu di HSS, Dorong Daya Saing Produk Lokal

Kemenperin Dampingi 30 IKM Bambu di HSS, Dorong Daya Saing Produk Lokal

📅 06 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 06 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan industri kecil dan menengah (IKM) di daerah. Sebanyak 30 pelaku IKM kerajinan bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti program pendampingan pengembangan sentra yang digelar di Hotel Qianna Inn Kandangan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, yang menyasar Sentra Bambu Sehati sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Program tersebut secara resmi dibuka oleh Budi Setiawan.

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor IKM di daerah. Menurutnya, pendampingan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan.

“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Perindustrian terhadap pengembangan IKM di Hulu Sungai Selatan. Ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.

Suriani menilai, potensi sumber daya bambu di HSS cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Namun demikian, pelaku IKM masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari aspek desain, inovasi, kualitas produk hingga pemasaran.

“Melalui program pendampingan ini, kami berharap pelaku IKM mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk, sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga wawasan bisnis dan pemasaran.

“Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku IKM, mulai dari pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, manajemen usaha hingga pemanfaatan pemasaran digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk kerajinan bambu yang inovatif, berkualitas, serta kompetitif di pasar regional maupun nasional.

Baca Juga  Periode Januari–Juni 2025 OJK Kalsel Terima 255 Pengaduan Konsumen

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSS serta Camat Loksado sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor IKM di daerah.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook