BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Berbekal Rp50 Ribu dan Air Mineral, Warga Kuin Gowes Seorang Diri ke Haulan Guru Kapuh • Target Lima Besar, Kafilah Banjarbaru Siap Berlaga di Batola MTQN Kalsel ke-37 • Mencetak Lulusan Berdaya Saing Tinggi, Fakultas Ekonomi UNISKA Yudisium Mahasiswa Semester Ganjil 2025/2026 • Jelang Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, Panitia Matangkan Pengamanan Lewat Tactical Wall Game • Deteksi Dini Jadi Fokus, Pemkab HSS Gelar Rapat Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Payudara • HSS Perkuat Inovasi Daerah, Bupati Syafrudin Noor Buka Coaching Clinic Menuju IGA 2026 • Jelang Haul Ke-5 Abah Guru Kapuh, Polres HSS Matangkan Pengamanan dan Pelayanan Jemaah • Jelang Haul Abah Guru Kapuh, Pemkab HSS Salurkan 2.350 Porsi Konsumsi • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kemenperin Dampingi 30 IKM Bambu di HSS, Dorong Daya Saing Produk Lokal

Kemenperin Dampingi 30 IKM Bambu di HSS, Dorong Daya Saing Produk Lokal

📅 06 May 2026 ✍️ banjartv 🕐 06 May 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KANDANGAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan industri kecil dan menengah (IKM) di daerah. Sebanyak 30 pelaku IKM kerajinan bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti program pendampingan pengembangan sentra yang digelar di Hotel Qianna Inn Kandangan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, yang menyasar Sentra Bambu Sehati sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Program tersebut secara resmi dibuka oleh Budi Setiawan.

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor IKM di daerah. Menurutnya, pendampingan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan.

“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Perindustrian terhadap pengembangan IKM di Hulu Sungai Selatan. Ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.

Suriani menilai, potensi sumber daya bambu di HSS cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Namun demikian, pelaku IKM masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari aspek desain, inovasi, kualitas produk hingga pemasaran.

“Melalui program pendampingan ini, kami berharap pelaku IKM mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk, sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga wawasan bisnis dan pemasaran.

“Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku IKM, mulai dari pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, manajemen usaha hingga pemanfaatan pemasaran digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk kerajinan bambu yang inovatif, berkualitas, serta kompetitif di pasar regional maupun nasional.

Baca Juga  Berbekal Rp50 Ribu dan Air Mineral, Warga Kuin Gowes Seorang Diri ke Haulan Guru Kapuh

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSS serta Camat Loksado sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor IKM di daerah.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook