BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Pemkab HSS Perkuat Koordinasi Sambut HUT ke-77 ALRI Divisi IV • DPRD HSS Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Siap Benahi Tata Kelola • Pemkab HSS Gelar Rakor Terbatas, Antisipasi Dampak Geopolitik pada Infrastruktur • Semarak Hari Kartini dan Hardiknas, Bunda PAUD HSS Buka Lomba Busana Anak TK • Ditintelkam Polda Kalsel Resmikan Kedai Kopi Ojol Banua, Perkuat Komunikasi dengan Driver Online • Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jamaah Haji Kalselteng, Kloter Perdana Berangkat 24 April • TP PKK se-Kalsel Gelar Pertemuan Rutin di Barito Kuala, Angkat Semangat Kartini • Ahmad Syairazi Resmi Pimpin MUI Kalsel Periode 2026–2031 • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bangun Banua Lebih Akuntabel, Bupati HSS Hadiri Forum Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan

Bangun Banua Lebih Akuntabel, Bupati HSS Hadiri Forum Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan

📅 21 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 2 hari lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syafrudin Noor, menghadiri Seminar Nasional bertema Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan untuk Membangun Banua di Hotel Galaxy, Senin malam (20/4/2026).

Bupati hadir didampingi Inspektur Daerah HSS, Kiky Rachmawati. Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni PMII.

Seminar secara resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, serta dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi, serta para kepala daerah se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Hasnuryadi menekankan pentingnya forum tersebut sebagai ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Gubernur H. Muhidin terbuka terhadap berbagai masukan demi mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BPK RI, BPKP, dan IKA PMII,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan, Andriyanto, mengatakan seminar ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara pemerintah dan para pemangku kepentingan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara dan daerah yang transparan serta akuntabel,” katanya.

Ia menambahkan, peserta seminar berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala daerah, pimpinan DPRD, instansi vertikal, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Seminar yang dimoderatori Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Yunani, menghadirkan tiga narasumber, yakni Fathan Subchi, KH Prof. Hafizh Ansyari, serta Direktur Utama Bank Kalsel, Fahruddin.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook