Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Bangun Banua Lebih Akuntabel, Bupati HSS Hadiri Forum Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan
📅 21 Apr 2026✍️ banjartv🕐 21 Apr 2026
Bagikan
BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syafrudin Noor, menghadiri Seminar Nasional bertema Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan untuk Membangun Banua di Hotel Galaxy, Senin malam (20/4/2026).
Bupati hadir didampingi Inspektur Daerah HSS, Kiky Rachmawati. Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni PMII.
Seminar secara resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, serta dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi, serta para kepala daerah se-Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menekankan pentingnya forum tersebut sebagai ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Gubernur H. Muhidin terbuka terhadap berbagai masukan demi mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BPK RI, BPKP, dan IKA PMII,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan, Andriyanto, mengatakan seminar ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara pemerintah dan para pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara dan daerah yang transparan serta akuntabel,” katanya.
Ia menambahkan, peserta seminar berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala daerah, pimpinan DPRD, instansi vertikal, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Seminar yang dimoderatori Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Yunani, menghadirkan tiga narasumber, yakni Fathan Subchi, KH Prof. Hafizh Ansyari, serta Direktur Utama Bank Kalsel, Fahruddin.