BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

📅 11 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 11 Apr 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARBARU — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan atau yang akrab disapa H. Gia, ditemui saat Musrembang Provinsi Kalsel, di Gedung Idham Chalid, di Banjarbaru Selasa (7/4/2026). mengungkapkan bahwa kondisi stok plastik di wilayah Kalimantan Selatan masih relatif aman meski terbatas.

“Alhamdulillah untuk saat ini pantauan kami masih aman, walaupun stoknya terbatas. Kami berharap masyarakat tidak terlalu panik,” ujar Gia

Menurutnya, kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor global, termasuk dampak konflik internasional yang mengganggu pasokan bahan baku. Ia menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi plastik ke daerah.

Gia mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan plastik dan tidak bersikap boros. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mencari solusi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

“Kami berupaya mencari pengganti plastik. Dulu sudah pernah ada program penggunaan bahan ramah lingkungan, dan sekarang kami kembali berdiskusi dengan dinas terkait untuk mengembangkan alternatif tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga plastik merupakan konsekuensi dari hukum pasar. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan tetap tinggi, harga pun cenderung meningkat.

“Kondisi ini memang hukum dagang. Barang sedikit, harga jadi mahal. Karena itu kita harus mulai mengurangi ketergantungan,” katanya.

Kenaikan harga plastik ini juga berdampak pada pedagang kecil, khususnya pelaku usaha makanan seperti penjual gorengan. Gia menyarankan agar pedagang dapat menyiasati penggunaan plastik, misalnya dengan menggabungkan beberapa barang dalam satu kantong.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar aspek keamanan tetap diperhatikan dalam pengemasan barang.

Ke depan, Dinas Perdagangan berharap kondisi pasokan plastik dapat kembali normal. Namun, Gia menegaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah terhadap produsen plastik sangat terbatas karena sebagian besar pasokan berasal dari luar negeri.

Baca Juga  Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Banjir di Desa Bincau, Tegaskan Audit Lingkungan dan Penertiban Tambang di Kalimantan Selatan

“Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini dan tetap bijak dalam penggunaan plastik,” pungkasnya.

ARD/BANJARTV.COM

Bagikan: WhatsApp Facebook