BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Eksekutif Jawab Pandangan Fraksi DPRD HSS, Ranperda Pilkades Masuk Tahap Penyempurnaan • Wabup HSS Tekankan Evaluasi Dispera KPLH-P Harus Berdampak pada Pelayanan dan PAD • Tujuh Fraksi DPRD HSS Sampaikan Pandangan, APBD 2027 Dihadapkan pada Tekanan Fiskal • LPTQ HSS Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani melalui Rakerda 2026 • Jaring Bibit Atlet Masa Depan, 310 Pelajar se-HSS Bertarung di Kejuaraan Atletik Bupati Cup 2026 • HKG PKK ke-54 HSS, Bupati: PKK Harus Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat • Jelang Hari Jadi ke-76 HSS, Amandit Bird Club Gelar Latpres Pra Bupati Cup ke-12 • Wabup HSS Tutup Rakor Pengendalian Penyakit, Puskesmas Berprestasi Raih Penghargaan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Pemkot Apresiasi SAE Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Fokus Kemandirian dan Pangan

Pemkot Apresiasi SAE Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Fokus Kemandirian dan Pangan

📅 10 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 10 Feb 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi hadirnya Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin yang diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, Selasa (10/02) sore.

Peresmian SAE ini bertujuan memberikan wadah pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui sarana tersebut, warga binaan dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan, sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, menyampaikan apresiasi atas program SAE yang dinilai mampu membantu menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Banjarmasin.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah bersama Wali Kota. Dalam kesempatan tersebut, Ananda menyebutkan data dari Bappeda Kalimantan Selatan yang menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin masih termasuk daerah dengan tingkat pengangguran cukup tinggi.

“Harapan kami, warga binaan setelah selesai menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas IIA Kota Banjarmasin, dengan adanya Sarana Asimilasi dan Edukasi ini bisa mandiri. Mudah-mudahan ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ananda juga mengaku terkesan dengan berbagai kegiatan produktif yang dijalankan di SAE, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah saat ini dalam menjaga ketahanan pangan.

“Saya senang melihatnya, karena yang kita butuhkan sekarang adalah ketahanan pangan. Apa yang dilakukan di sini menjawab tantangan tersebut,” katanya.

Ia menyoroti sejumlah fasilitas yang tersedia di SAE, di antaranya kolam ikan papuyu, budidaya gurame, sistem hidroponik, hingga bioflok. Ikan papuyu sendiri disebut sebagai salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat.

Baca Juga  Buka Pelatihan Bendahara KDMP, Bupati HSS Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi Keuangan

“Papuyu ini salah satu penyumbang inflasi di Kota Banjarmasin, karena masyarakat Banjar sangat gemar mengonsumsinya. Jadi terima kasih, mudah-mudahan ini membawa berkah bagi kita semua,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Ananda berharap program SAE di Lapas Kelas IIA Banjarmasin dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat Kota Banjarmasin secara keseluruhan.

*(Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook