BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
BPBD Kalsel Kaji Pembangunan Rumah Panggung di Bantaran Sungai, Ribuan Warga Terdampak Banjir

BPBD Kalsel Kaji Pembangunan Rumah Panggung di Bantaran Sungai, Ribuan Warga Terdampak Banjir

📅 30 Dec 2025 ✍️ banjartv 🕐 30 Dec 2025
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan apresiasi atas usulan Menteri LH terkait penanganan banjir, termasuk rencana pembangunan rumah panggung di sepanjang bantaran sungai sebagai solusi jangka panjang.

Menurut Gusti Yanuar, kajian tersebut akan dibahas di tingkat provinsi dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota sebelum diputuskan lebih lanjut, termasuk terkait kebutuhan anggaran.

“Alur sungai yang sudah direncanakan akan dikaji, apakah memungkinkan dibuat rumah panggung karena aktivitas masyarakat yang sudah menjadi rutinitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan realisasi pembangunan rumah panggung baru dapat dilakukan setelah kajian teknis selesai dan dibahas bersama pemerintah daerah.

“Nanti setelah kajian provinsi ada, baru bisa diinginkan. Anggarannya juga akan dibahas bersama,” katanya.

Terkait dampak banjir, BPBD mencatat sekitar 14 ribu warga terdampak, dengan hampir 50 jiwa berada dalam kondisi rentan. Salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup besar berada di Martapura Barat, yang mencapai sekitar 7 ribu warga.

Untuk penanganan darurat, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan telah membuka dapur umum di beberapa titik, di antaranya di Martapura Barat serta lokasi lain yang berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan Dinas Sosial.

Saat ini, terdapat 8 daerah di Kalimantan Selatan berstatus siaga banjir, dengan 6 daerah telah memiliki Surat Keputusan (SK) dan 2 daerah tambahan yang informasinya baru diterima.

Daerah yang mengalami peningkatan status menjadi tanggap darurat adalah Kabupaten Balangan.

BPBD Provinsi masih menunggu hasil rapat koordinasi (rakor) hari ini untuk menentukan apakah status siaga di tingkat provinsi akan dinaikkan.

“Untuk status provinsi, kami menunggu hasil rapat hari ini,” pungkas Gusti Yanuar. *(Dhani/Banjartv)

Baca Juga  Bupati Banjar Turun Langsung Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Keraton Martapura
Bagikan: WhatsApp Facebook