BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
KKN Internasional ULM Bangun Pojok Baca dan Papan Informasi di Kawasan FELDA Malaysia • Penyegaran Birokrasi, Pemkab HSS Rotasi Sejumlah Pejabat Strategis • Tim Takraw Putri HSS Tampil Perkasa di POPDA Kalsel, Tim Putra Melaju ke Semifinal • Takraw HSS Tampil Gemilang di POPDA Kalsel, HSS-A dan HSS-B Juara Pool • Sekda HSS Hadiri Sidang GTRA Penetapan Redistribusi Tanah 2026 • 30 Hari Bangun Desa, TMMD ke-128 di HSS Resmi Berakhir • TMMD ke-128 di HSS Rampung 100 Persen, Bangun Jalan hingga Rehab RTLH • GOW HSS Tingkatkan Literasi Kebencanaan Organisasi Wanita untuk Perkuat Ketahanan Keluarga • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
BPBD Kalsel Kaji Pembangunan Rumah Panggung di Bantaran Sungai, Ribuan Warga Terdampak Banjir

BPBD Kalsel Kaji Pembangunan Rumah Panggung di Bantaran Sungai, Ribuan Warga Terdampak Banjir

📅 30 Dec 2025 ✍️ banjartv 🕐 30 Dec 2025
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan apresiasi atas usulan Menteri LH terkait penanganan banjir, termasuk rencana pembangunan rumah panggung di sepanjang bantaran sungai sebagai solusi jangka panjang.

Menurut Gusti Yanuar, kajian tersebut akan dibahas di tingkat provinsi dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota sebelum diputuskan lebih lanjut, termasuk terkait kebutuhan anggaran.

“Alur sungai yang sudah direncanakan akan dikaji, apakah memungkinkan dibuat rumah panggung karena aktivitas masyarakat yang sudah menjadi rutinitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan realisasi pembangunan rumah panggung baru dapat dilakukan setelah kajian teknis selesai dan dibahas bersama pemerintah daerah.

“Nanti setelah kajian provinsi ada, baru bisa diinginkan. Anggarannya juga akan dibahas bersama,” katanya.

Terkait dampak banjir, BPBD mencatat sekitar 14 ribu warga terdampak, dengan hampir 50 jiwa berada dalam kondisi rentan. Salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup besar berada di Martapura Barat, yang mencapai sekitar 7 ribu warga.

Untuk penanganan darurat, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan telah membuka dapur umum di beberapa titik, di antaranya di Martapura Barat serta lokasi lain yang berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan Dinas Sosial.

Saat ini, terdapat 8 daerah di Kalimantan Selatan berstatus siaga banjir, dengan 6 daerah telah memiliki Surat Keputusan (SK) dan 2 daerah tambahan yang informasinya baru diterima.

Daerah yang mengalami peningkatan status menjadi tanggap darurat adalah Kabupaten Balangan.

BPBD Provinsi masih menunggu hasil rapat koordinasi (rakor) hari ini untuk menentukan apakah status siaga di tingkat provinsi akan dinaikkan.

“Untuk status provinsi, kami menunggu hasil rapat hari ini,” pungkas Gusti Yanuar. *(Dhani/Banjartv)

Baca Juga  Lomba Menyanyi Vokal Solo, Meriahkan Aruh Teater KALSEL 2025
Bagikan: WhatsApp Facebook