BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Syukuran Desa Lok Gabang : LPDN Dorong Program Tanam Lombok dan Pemberdayaan Perempuan di Kecamatan Astambul

Syukuran Desa Lok Gabang : LPDN Dorong Program Tanam Lombok dan Pemberdayaan Perempuan di Kecamatan Astambul

📅 25 Nov 2025 ✍️ banjartv 🕐 25 Nov 2025
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR — Forum Ketua Perempuan Nasional yang dipimpin Ketua Perempuan Nasional LPDN, Ir. Nyelong Inga Simon, melakukan kunjungan kerja ke Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, dalam rangka syukuran atas capaian desa sebagai wilayah dengan nol stunting sekaligus penguatan program pemberdayaan perempuan.

Dalam kunjungan tersebut, LPDN menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas, terutama melalui program Stop Stunting, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta peningkatan peran perempuan di tingkat pemerintahan desa.

Ir. Nyelong Inga Simon menyampaikan bahwa LPDN menargetkan lahirnya pimpinan perempuan di tingkat desa, khususnya di Kecamatan Astambul.

“Aspek budaya bisa, kemampuan perempuan juga ada. Tinggal bagaimana jejaring ini dibangun. Target kami melahirkan sedikitnya lima kepala desa perempuan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, LPDN juga mengusung program ketahanan pangan melalui budidaya lombok varietas “tajik manuk jagang ”, yang memiliki daya produksi hingga 4–5 tahun. Kepedasannya setara empat kali lipat dari lombok tiung. Jadi secara nilai ekonomi juga lebih unggul.

LPDN mewajibkan satu keluarga menanam 10 batang lombok sebagai dukungan terhadap program nasional Astacita: Tanam Lombok, Bebas Inflasi, Stop Stunting. Sebanyak 200 bibit lombok diserahkan kepada kepala desa dan para istri pejabat kecamatan.

Camat Astambul, Ahmad Fauzi, mengapresiasi capaian Desa Lok Gabang yang mencatatkan angka stunting terendah pada 2024.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama bidan, kader desa, posyandu, puskesmas, dan seluruh aparat. Harapannya capaian ini menular ke seluruh desa di Kecamatan Astambul,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Lok Gabang, Taberani, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan dan bibit yang diberikan. Ia memastikan program tanam lombok akan segera digerakkan secara serentak.

Baca Juga  Hari Jadi ke-75 Sungai Raya Jadi Momentum Refleksi Pembangunan

“Kami usahakan semua keluarga terlibat. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan lebih baik ke depan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis bibit lombok serta penghargaan kepada perempuan penggerak desa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam penurunan stunting dan penguatan keluarga sehat.

*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook