BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Lomba Motif Sasirangan 2026 HSS Dorong Lahirnya Karya Berbasis Identitas Daerah • Ketua TP PKK HSS Dorong Finalis Putra Putri Pariwisata Jadi Duta Promosi Daerah • Bupati HSS Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan hingga September 2026 • Perempuan Jadi Garda Terdepan Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal • Ribuan Jamaah Padati Haul Ke-166 Datu Taniran, Bupati HSS Tegaskan Komitmen Pembangunan • Bupati HSS: Duta Pepelingasih Harus Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan • Wabup HSS Lantik 13 Kepala Puskesmas, Tekankan Pelayanan Cepat, Tepat, dan Inovatif • BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Dishut Kalsel Bahas Pengembangan Tahura Sultan Adam, Tekankan Pelestarian Alam

Dishut Kalsel Bahas Pengembangan Tahura Sultan Adam, Tekankan Pelestarian Alam

📅 02 Sep 2025 ✍️ banjartv 🕐 02 Sep 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarbaru – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat pembahasan pengembangan sarana dan prasarana di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, khususnya di Bukit Batu dan Mandiangin. Senin, (1/9/ 2025). Kegiatan berlangsung di Aula Rimbawan I, Kantor Dishut Kalsel, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, S.Hut., MP.

Dalam arahannya, Fathimatuzzahra menegaskan bahwa seluruh rencana pembangunan harus tetap menjaga keaslian dan kealamian kawasan Tahura. Ia menekankan bahwa keindahan alam serta nilai ekologi Tahura merupakan daya tarik utama yang harus dipertahankan.

“Pengembangan infrastruktur harus berpadu secara harmonis dengan kondisi lingkungan. Jangan sampai mengganggu keseimbangan alam yang sudah ada,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menitikberatkan pada konsep pembangunan berkelanjutan. Dishut Kalsel mendorong agar fasilitas yang akan dibangun tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memperkuat fungsi konservasi dan edukasi lingkungan.

Penataan jalur wisata, fasilitas umum, serta area pendukung lainnya direncanakan tetap berbasis ramah lingkungan. Dishut Kalsel berharap pengembangan ini mampu memberi dampak positif terhadap pelestarian hutan, keberlanjutan ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Tahura.

Melalui diskusi tersebut, diharapkan tercipta kesepahaman lintas pihak dalam mendukung pengembangan Tahura Sultan Adam sebagai destinasi unggulan Kalimantan Selatan yang mengedepankan pelestarian alam sekaligus memberikan pengalaman wisata edukatif kepada masyarakat. *(Dhani/Banjartv)

Baca Juga  Setda HSS Perkuat Komitmen Kinerja dan Integritas lewat Penandatanganan PK 2026
Bagikan: WhatsApp Facebook