BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Wabup HSS Tutup Kejurcab FORBASI Piala Bupati, Tekankan Pembinaan Generasi Muda • Workshop 1.000 Guru dan HUT ke-21 HIMPAUDI Kalsel Digelar di HSS, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Fondasi Pendidikan Anak • Jambore V HIMPAUDI Kalsel Berakhir, Hulu Sungai Tengah Raih Juara Umum • SMAN 1 Kandangan dan MTsN 3 HSS Dominasi Podium Atletik Bupati Cup 2026 • Grand Launching IAI GIBTHA, Pemkab HSS Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Berakhlak • Wabup HSS Pimpin Rakor, Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 • Sekda HSS: Ilmu Jangan Berhenti di Ruang Kelas, Harus Berdampak bagi Masyarakat • Kemarau Panjang, Warga Menthobi Raya Kesulitan Air Bersih, Perusahaan Salurkan Bantuan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
RSUD Ratu Zalecha Martapura Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

RSUD Ratu Zalecha Martapura Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

📅 27 Aug 2025 ✍️ banjartv 🕐 27 Aug 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjar – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura menggelar kegiatan Health Training (HT) yang melibatkan seluruh unsur pelayanan dan manajemen rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung di hotel Novotel Banjarmasin, di Banjarbaru selasa (26/8/2025) ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Ratu Zalecha, dr. Arief Rachman, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh staf rumah sakit dalam hal peningkatan mutu layanan. Ia menekankan pentingnya proses pengukuran dan evaluasi data mutu secara berkala agar pelayanan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kebaikan dan keselamatan pasien.

“Kita mulai dari menentukan indikator mutu, lalu mengukurnya. Jika ada layanan yang kualitasnya perlu ditingkatkan, kita sepakati bersama perbaikannya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan mutu sebagai budaya, bukan sekadar aturan yang dipaksakan,” ujar dr. Arief

Menurutnya, indikator mutu yang dicapai nantinya akan dievaluasi berdasarkan pengalaman dan masukan dari pasien sebagai pengguna layanan. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk menentukan prioritas peningkatan layanan di masa mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak harus selalu berasal dari rumah sakit yang lebih besar atau modern. RSUD Ratu Zalecha terbuka untuk belajar dari rumah sakit manapun, termasuk dari rekan-rekan sejawat di rumah sakit sekitar yang mungkin memiliki pengalaman dan praktik terbaik yang bisa diterapkan.

“Kita ini tidak terikat harus belajar ke rumah sakit yang lebih besar. Justru, kita bisa belajar dari teman-teman di sekitar kita yang mungkin punya pengalaman lebih atau sudah mengaplikasikan hal-hal yang baik. Transfer knowledge seperti ini yang sangat kita butuhkan,” tambahnya.

Baca Juga  MEK PDA Banjarmasin Kembangkan GLHA ke Sekolah dan Panti Asuhan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh dr. Dani, salah satu asesor di bidang mutu rumah sakit. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan insight dan berbagi best practices yang relevan untuk pengembangan mutu layanan di RSUD Ratu Zalecha.

Ke depan, rumah sakit juga berencana melakukan benchmarking ke berbagai rumah sakit lain untuk memperkaya referensi dalam upaya peningkatan mutu. Tidak hanya sebagai penerima, RSUD Ratu Zalecha juga siap berbagi pengalaman kepada rumah sakit lain yang membutuhkan.

“Semua ini bagian dari komitmen kami untuk bergerak setiap tahun dalam pengembangan layanan. Ini baru langkah awal, dan pasti akan diikuti oleh langkah-langkah berikutnya,” tutup dr. Arief. *(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook