BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
RSUD Ratu Zalecha Martapura Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

RSUD Ratu Zalecha Martapura Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

📅 27 Aug 2025 ✍️ banjartv 🕐 27 Aug 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjar – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura menggelar kegiatan Health Training (HT) yang melibatkan seluruh unsur pelayanan dan manajemen rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung di hotel Novotel Banjarmasin, di Banjarbaru selasa (26/8/2025) ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSUD Ratu Zalecha, dr. Arief Rachman, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh staf rumah sakit dalam hal peningkatan mutu layanan. Ia menekankan pentingnya proses pengukuran dan evaluasi data mutu secara berkala agar pelayanan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kebaikan dan keselamatan pasien.

“Kita mulai dari menentukan indikator mutu, lalu mengukurnya. Jika ada layanan yang kualitasnya perlu ditingkatkan, kita sepakati bersama perbaikannya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan mutu sebagai budaya, bukan sekadar aturan yang dipaksakan,” ujar dr. Arief

Menurutnya, indikator mutu yang dicapai nantinya akan dievaluasi berdasarkan pengalaman dan masukan dari pasien sebagai pengguna layanan. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk menentukan prioritas peningkatan layanan di masa mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak harus selalu berasal dari rumah sakit yang lebih besar atau modern. RSUD Ratu Zalecha terbuka untuk belajar dari rumah sakit manapun, termasuk dari rekan-rekan sejawat di rumah sakit sekitar yang mungkin memiliki pengalaman dan praktik terbaik yang bisa diterapkan.

“Kita ini tidak terikat harus belajar ke rumah sakit yang lebih besar. Justru, kita bisa belajar dari teman-teman di sekitar kita yang mungkin punya pengalaman lebih atau sudah mengaplikasikan hal-hal yang baik. Transfer knowledge seperti ini yang sangat kita butuhkan,” tambahnya.

Baca Juga  DPRD Banjar Gelar Rapat Gabungan Bahas Pengaduan Warga soal Tata Kelola Air PT Palmina Utama

Kegiatan ini juga dihadiri oleh dr. Dani, salah satu asesor di bidang mutu rumah sakit. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan insight dan berbagi best practices yang relevan untuk pengembangan mutu layanan di RSUD Ratu Zalecha.

Ke depan, rumah sakit juga berencana melakukan benchmarking ke berbagai rumah sakit lain untuk memperkaya referensi dalam upaya peningkatan mutu. Tidak hanya sebagai penerima, RSUD Ratu Zalecha juga siap berbagi pengalaman kepada rumah sakit lain yang membutuhkan.

“Semua ini bagian dari komitmen kami untuk bergerak setiap tahun dalam pengembangan layanan. Ini baru langkah awal, dan pasti akan diikuti oleh langkah-langkah berikutnya,” tutup dr. Arief. *(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook