BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Program Pendampingan Bantu Guru Senior Kuasai Teknologi Informasi

Program Pendampingan Bantu Guru Senior Kuasai Teknologi Informasi

📅 22 Jul 2025 ✍️ banjartv 🕐 22 Jul 2025
Bagikan

Banjartv.com, BANJAR – Di era serba digital ini, para pendidik dituntut untuk menguasai teknologi informasi agar tidak ketinggalan zaman. Adanya kesenjangan antara penguasaan teknologi guru senior dengan guru muda, perlu menjadi perhatian bersama.

SMP Negeri 1 Sungai Pinang, salah satu sekolah yang berupaya mengintegrasikan TIK, menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait adaptasi guru-guru senior. Namun, dengan dukungan infrastruktur dan inisiatif pendampingan, sekolah ini optimis dapat memajukan pembelajaran berbasis TIK.

Salah seorang guru di SMPN 1 Sungai Pinang, Herlina Noviani menungkapkan, awalnya kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya sinyal dan infrastruktur teknologi yang memadai.

“Dengan adanya dukungan infrastruktur dari Dinas Pendidikan dan program-program seperti acara penguatan TIK, situasi mulai membaik,” ujarnya. Selasa (23/7/2025).

Ia mengakui masih ada kesenjangan dalam penguasaan TIK di kalangan guru.

“Kurangnya itu benarnya di khususnya di guru yang senior, kalau yang guru muda Alhamdulillah saya percaya pasti TIK nya lebih maju,” jelas Herlina.

Guru-guru senior cenderung lebih kesulitan dalam mengadopsi teknologi, terutama dalam pembuatan media pembelajaran di kelas.

Saat ini, beberapa media pembelajaran berbasis TIK yang telah diterapkan di SMPN 1 Sungai Pinang antara lain penggunaan Google Form untuk ulangan atau asesmen, serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk tugas-tugas siswa.

Herlina menjelaskan, peminatan siswa terhadap pembelajaran berbasis TIK semakin tinggi, membuat mereka lebih antusias. Para guru pun didorong untuk terus belajar dan merencanakan pembelajaran yang lebih inovatif dengan TIK.

Herlina, yang telah mengajar di SMPN 1 Sungai Pinang selama empat tahun, melihat adanya perubahan positif, terutama dengan semakin banyaknya guru-guru muda di sekolahnya.

“Kalau sekarang untuk di sekolah saya khususnya karena ada lebih banyak guru-guru muda, jadi pasti bisa membantu,” ujarnya.

Baca Juga  Tanggap Bencana Banjir, Polsek Cempaka Bergerak Cepat Bersama Unsur Terkait

Herlina berharap, dengan adanya pendampingan, penguatan, dan pembelajaran berbasis TIK di sekolahnya, para guru, khususnya guru muda, dapat lebih memperkenalkan siswa maupun guru senior untuk menggunakan media ajar berbasis TIK.

“Harapannya dengan adanya penguatan ini, kami para junior, khususnya para guru muda ingin lebih memperkenalkan dengan siswa maupun guru-guru senior untuk bisa menggunakan media ajar dengan berbasis TIK untuk ke depannya lebih bagus lagi,” harapnya.

Selain itu, keberadaan Chromebook khusus untuk siswa dan akses Starlink di sekolah juga sangat mendukung penerapan pembelajaran berbasis TIK. Meskipun demikian, Herlina menyebutkan bahwa pekerjaan rumah (PR) cenderung jarang diberikan dan penyelesaian tugas lebih banyak dilakukan langsung di sekolah atau di kelas.*(Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook