BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Aksi Damai Warnai Pelantikan Lemkari Gemilang di Banjarbaru, Massa Tolak Penggunaan Logo Lemkari Versi Anton Lesiangi

Aksi Damai Warnai Pelantikan Lemkari Gemilang di Banjarbaru, Massa Tolak Penggunaan Logo Lemkari Versi Anton Lesiangi

📅 20 Jul 2025 ✍️ banjartv 🕐 20 Jul 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarbaru – Pelantikan pengurus baru Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Gemilang di Hotel Qin Daffam Banjarbaru, Sabtu (19/7/2025), diwarnai aksi damai dari kelompok yang mengatasnamakan Lemkari versi Anton Lesiangi.

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas penggunaan logo Lemkari yang mereka klaim memiliki legalitas hukum dan terdaftar secara resmi di bawah naungan PB FORKI. Koordinator orasi, Masrani, menyampaikan bahwa penggunaan logo Lemkari versi mereka oleh pihak lain dinilai tidak tepat, karena dinilai tidak sesuai dengan legalitas dan sejarah organisasi.

“Kami sangat menyayangkan logo kami digunakan dalam acara pelantikan. Lemkari versi kami memiliki legalitas hukum yang sah. Kami tidak melarang orang berorganisasi, tapi seharusnya tidak menggunakan nama dan logo yang bukan miliknya,” ujar Masrani dalam pernyataannya.

Masrani juga menyampaikan bahwa mereka berusaha menjaga situasi tetap kondusif dengan membatasi jumlah peserta orasi menjadi 25 orang, sesuai kesepakatan bersama pihak kepolisian. Para peserta orasi juga mengenakan atribut karate sebagai upaya menghindari penyusupan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami memakai pakaian karate agar mudah dikenali dan mencegah adanya penyusup. Ini juga bentuk dukungan kami terhadap Polri sebagai pengaman kegiatan,” tambahnya.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Masrani, teman orasi sekaligus Koordinator Lapangan Lemkari versi Anton Lesiangi, Arsyad, menambahkan bahwa secara legalitas, pihaknya telah memiliki HAKI dan akta hukum atas nama dan logo Lemkari.

“Lemkari kami berada di bawah naungan resmi PB FORKI. Tidak ada istilah dualisme, yang ada adalah perbedaan perguruan. Jika memang berbeda perguruan, seharusnya menggunakan nama dan logo sendiri,” tegas Arsyad.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Banjarbaru yang telah memberikan pengamanan serta kepada media dan masyarakat sekitar yang tetap mendukung kelancaran aksi damai.

Baca Juga  Dies Natalis ke-41, UT Banjarmasin Teguhkan Komitmen Pendidikan Tanpa Batas

“Kami hadir untuk meluruskan, bukan untuk memprovokasi. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu menjaga suasana tetap kondusif,” pungkasnya.*(FNP/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook