BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Hari Santri 2026 di HSS, Momentum Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri • Wabup Suriani Minta Perangkat Daerah Optimalkan Potensi PAD HSS • 10 Program Pokok PKK di HSS Dievaluasi, Administrasi dan Pembinaan Kader Jadi Sorotan • Peduli Relawan Karhutla, Ketua TP PKK HSS Salurkan Bantuan melalui Posko BPBD • Dua Sekolah di HSS Jalani Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi • Meriah! Pengajian Jumat Pon di Bukit Raya Padukan Dakwah, Jaranan, dan Gamelan Rock Ska • Ambulans Desa Sungai Buluh Diresmikan, Akses Pelayanan Kesehatan Diharapkan Makin Mudah • Raih 16 Medali, Prima Jaya Swimming Club Tunjukkan Taring di Banjarbaru • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Dua Penyelundupan Lintas Batas RI-PNG Digagalkan TNI AL, Tegakkan Hukum demi Kedaulatan Negara

Dua Penyelundupan Lintas Batas RI-PNG Digagalkan TNI AL, Tegakkan Hukum demi Kedaulatan Negara

📅 13 Jun 2025 ✍️ banjartv 🕐 13 Jun 2025
Bagikan

BANJARTV.COM, JAYAPURA — TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus menunjukkan perannya sebagai garda terdepan bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia. Hal ini dibuktikan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura yang berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan melintas perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) pada Selasa (10/6/2025) dan Rabu (11/6) lalu.

Operasi yang diberi sandi Operasi Penegakan Hukum Laut (Ops Gakkumla)-25 tersebut dipimpin langsung Komandan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal X, Kolonel Laut (P) Dedy Obet, M.Tr.Opsla., di bawah arahan Komandan Lantamal X Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi, S.E., M.H., M.M.

Pencegahan Penyelundupan BBM dan Hasil Laut Bernilai Tinggi

Pada Selasa (10/6), tim patroli yang tengah melintas di perairan Hamadi mendeteksi sebuah longboat mencurigakan melaju kencang menuju Tanjung Jar. Setelah terjadi pengejaran, petugas menemukan satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga PNG tanpa identitas di atas perahu. Dalam pemeriksaan, didapati 20 jeriken ukuran 35 liter dan 3 jeriken ukuran 55 liter yang diduga merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, satu unit televisi, dan enam unit telepon genggam — barang yang diduga tengah diselundupkan keluar Indonesia.

Sehari kemudian, pada Rabu (11/6), tim patroli kembali mendeteksi sebuah longboat yang melintas dari Base G menuju Hamadi. Setelah dihentikan dan digeledah, petugas menemukan satu WNI dan dua Warga PNG tanpa dokumen sah, beserta muatan bernilai ekonomis berupa 35,8 kilogram sirip hiu, 1,5 kilogram gelembung ikan, dan 2 kilogram teripang — hasil laut yang tengah diselundupkan.

Komitmen TNI AL Tegakkan Hukum demi Keamanan Negara

Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi menegaskan, operasi tersebut merupakan instruksi langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) demi menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia. TNI AL, katanya, terus meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan demi mencegah segala bentuk kegiatan ilegal, seperti penyelundupan dan peredaran barang terlarang, demi menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa.

Baca Juga  Tak Hanya Kades, KPK Libatkan Masyarakat dalam Penilaian Desa Antikorupsi

“Lantamal X Jayapura, sebagai garda terdepan di perbatasan Indonesia-PNG, akan terus melaksanakan operasi penegakan hukum demi terciptanya keamanan dan kedaulatan di perairan Nusantara. Hal ini juga menjadi wujud sinergi TNI AL dan instansi terkait demi kepentingan bangsa dan negara.” ujar Brigjen Freddy.

Selain TNI AL, konferensi pers yang digelar di Kantor Satrol Lantamal X tersebut turut dihadiri perwakilan instansi terkait, di antaranya Kadiskum Lantamal X, Polresta Jayapura, Imigrasi Jayapura, dan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti pentingnya kerja sama dan koordinasi demi menjaga laut Indonesia dari kegiatan ilegal yang dapat merugikan bangsa.*(Siaran Pers TNI AL)

Bagikan: WhatsApp Facebook