BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Banjar Incar Kabupaten Layak Anak Predikat Nindya, Dua Tahun Dapatkan Madya

Banjar Incar Kabupaten Layak Anak Predikat Nindya, Dua Tahun Dapatkan Madya

📅 07 May 2025 ✍️ banjartv 🕐 07 May 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) melaksanakan rakoor Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), di Aula Barakat Martapura, Senin (5/5/2025) pagi.

Rakoor dibuka Bupati Banjar Saidi Mansyur diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah dan dihadiri Plh Kepala Dinas P2AP3KB H Aswadi, para kepala SKPD serta Gugus Tugas KLA Kabupaten Banjar.

Sambutan Bupati yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah mengatakan, Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia termasuk Kabupaten Banjar memperoleh haknya secara optimal.

“Melalui rakoor ini kita ingin menyusun langkah-langkah konkret agar Kabupaten Banjar dapat menjadi Kabupaten Layak Anak bagi anak-anak kita, dan saat ini kita berada di tengah tantangan besar terutama terkait isu kekerasan terhadap anak, masalah pendidikan serta akses lainnya,” ungkap Ikwansyah.

Menurut Ikhwansyah kerjasama yang baik dengan semua pihak terkait maka akan terwujud Kabupaten Banjar yang layak bagi anak-anak.

Sementara Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Merilu Ripner menjelaskan, tujuan dari rakoor ini yaitu sinergitas terkait Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) khususnya Kabupaten Banjar. Tahapan berikutnya adalah e monev KLA kemudian pada 16 Mei akan dilakukan verifikasi lapangan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI secara virtual.

“Melalui rakoor ini kita menyamakan persepsi dan menyiapkan apa saja untuk verifikasi nantinya. Target setelah tiga tahun berturut-turut meraih Pratama, 2 tahun Madya dan tahun lalu kita kurang 16 poin untuk mencapai Nindya. Harapannya tahun ini kita mampu memperoleh predikat Nindya atau lebih lagi ke predikat Utama,” tutur Merilu.

Baca Juga  SDIT Anak Sholeh Mandiri Lepas 90 Peserta Didik Angkatan VI, Telah Dibekali Ilmu AI dan Koding

Ia menuturkan, langkah yang diambil mengantisipasi kekurangan nilai 16 poin tadi adalah memenuhi data dukung kemudian lebih sinergi lagi di beberapa kluster. Kekurangan tersebut disampaikan pada rakoor kali ini.

“Diharapkan semoga dengan adanya rakoor ini semua Gugus Tugas KLA bisa bersama-sama untuk mewujudkan Kabupaten Banjar Layak Anak guna meraih predikat yang lebih tinggi dan yang terpenting adalah dalam rangka pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak yang ada di Kabupaten Banjar,” tutup. *(Rilis Radio Suara Banjar-Dhani/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook