BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
BPBD Banjar Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih, Imbau Warga Cegah Karhutla dan Hemat Air • BPBD Banjar Aktifkan Tiga Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan, Distribusikan 400 Ribu Liter Air Bersih • DPRD dan Pemkab HSS Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 • Bunda PAUD HSS Pastikan MPLS Berjalan Ceria dan Ramah Anak di TK Negeri 1 Kandangan • Cegah Kesepian dan Demensia, Sekolah Lansia Alam Aisyiyah Banua Anyar Resmi Buka Angkatan V • Wabup HSS Minta Rehabilitasi SDN Tumbukan Banyu Dipercepat, Siswa Masih Belajar Bergantian • Samosir Siap Tindaklanjuti Masalah Infrastruktur hingga Anak Putus Sekolah • Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Kebakaran di Kuin Selatan Banjarmasin, Satu Rumah Ludes Hangus.

Kebakaran di Kuin Selatan Banjarmasin, Satu Rumah Ludes Hangus.

📅 15 Apr 2025 ✍️ banjartv 🕐 15 Apr 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarmasin – Kota Banjarmasin kembali terjadi, kali ini menimpa di Jalan Kuin Selatan, Gang 3 Roda, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/4/2025), sekitar pukul 16.40 wita.

Nampak asap hitam berasal dari kobaran api, yang melahap sebuah rumah di pinggir sungai. Api bahkan sempat menjilat bagian atap rumah dengan cepat, membuat area sekitar dipenuhi asap pekat.

Peristiwa ini membuat warga sekitar terlihat panik dan berlarian menjauh dari sumber api, hingga sejumlah Pemadam Kebakaran bersama Relawan terlihat berjibaku membawa selang air dan alat bantu seadanya, bergerak cepat dari berbagai penjuru untuk memadamkan kobaran api yang kian membesar.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kebakaran meludeskan sebuah rumah milik pengrajin tanggui, topi tradisional khas Suku Banjar, yang terbuat dari anyaman daun nipah, Hamidah.

Dari Pengakuan Korban, saat kejadian dirinya mengaku bekerja membuat tanggui di rumah tetangganya. Ia tidak menyadari adanya api hingga mendengar teriakan warga sekitar.

“Saya lagi bikin tanggui, enggak tahu sama sekali kalau ada kebakaran. Anak saya dua orang masih tidur di dalam, Yahya dan Sukrillah. Begitu dengar teriakan, saya langsung lari ke depan. Api sudah besar. Saya langsung teriak supaya anak-anak keluar,” cerita Hamidah dengan wajah penuh syok.

Kebakaran berlangsung cepat dan nyaris menelan korban. Dua anak pemilik rumah yang tengah tertidur, hampir tak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.

“Saya lihat dari jendela rumah acil Midah, ternyata ada anaknya lagi tidur. Saya langsung teriak dan menggedor-gedor rumahnya supaya bangun,” ucap Faizah (20), tetangga yang pertama kali melihat asap hitam membumbung dari rumah korban.

Baca Juga  Bupati HSS Hadiri Haul ke-5 Guru Kapuh, Tegaskan Komitmen Hormati Ulama dan Perkuat Ukhuwah

Kini, ia bersama suami dan kedua anaknya belum tahu harus mengungsi ke mana.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dan relawan yang datang dari berbagai penjuru berhasil menjinakkan api tak lama setelah kebakaran berlangsung.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik, sementara untuk kerugian ditaksir mencapai 50 juta rupiah.

Guna mengetahui penyebab kejadian, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan.EYN(Banjar TV)

Bagikan: WhatsApp Facebook