
Kesbangpol Banjar Perkuat Kewaspadaan Dini untuk Antisipasi Hoaks, Radikalisme, dan Konflik Sosial
BANJARTV.COM, BANJARBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bidang intelijen dan kewaspadaan dini di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, serta diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan, APDESI, HIPMI, aparat keamanan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Rakhmat Dhany mengatakan situasi kebangsaan saat ini berkembang sangat dinamis. Di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi, berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) juga perlu diantisipasi secara serius.
“Perkembangan hoaks, provokasi di media sosial, hingga potensi gesekan sosial di masyarakat harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banjar telah menerbitkan Peraturan Bupati Banjar Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini Masyarakat. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam memperkuat fungsi deteksi, pencegahan, serta penanganan awal terhadap potensi gangguan keamanan di daerah.

Menurut Rakhmat, menjaga stabilitas wilayah tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor bersama TNI, Polri, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat.
“Tanpa kerja sama yang erat, sulit bagi kita mendeteksi dan mengatasi potensi bahaya sejak awal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kewaspadaan dini bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Intelijen bukan sesuatu yang misterius, tetapi bagian dari kewaspadaan bersama. Ketika melihat potensi radikalisme atau konflik di lingkungan, masyarakat harus berani melapor dan berkoordinasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar, dr. Taufiq Norman Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut menyasar organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa cukup besar di Kabupaten Banjar.
Menurutnya, pelibatan ormas penting untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ormas dapat membantu mengidentifikasi potensi gesekan sosial sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.
Taufiq mengungkapkan sejumlah potensi kerawanan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Banjar, di antaranya penyebaran hoaks, paham radikalisme, konflik berbasis agama, hingga peredaran narkoba.
Ia menyebut pada 2025 sempat terjadi gesekan terkait pendirian tempat ibadah yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain itu, kasus peredaran narkoba juga masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
“Peredaran narkoba menjadi perhatian serius, termasuk sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap aparat penegak hukum,” katanya.
Selain itu, menjelang momentum politik seperti pemilihan kepala desa, potensi konflik sosial dinilai perlu diwaspadai bersama agar situasi tetap kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Kesbangpol Kabupaten Banjar berharap terbangun komunikasi dan koordinasi yang lebih solid antar pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banjar.
*(ARD/BANJARTV.COM)