BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Pansus I DPRD Kalsel Sisir Potensi PAD melalui Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah • Wabup HSS Tekankan Pentingnya Kolaborasi dengan Polri pada Hari Bhayangkara ke-80 • Festival Bamboo Rafting Loksado Masuk Kalender Nasional, HSS Terima KEN 2026 • TP PKK HSS Dampingi Penyerahan Bantuan RS-RTLH di Desa Baru • HUT Ke-38 PTAM Intan Banjar, Gelar Donor Darah, Sunatan Massal, dan Salurkan Sembako • Sekda HSS Hadiri Pembukaan Kapolres HSS Cup 2026, Perkuat Sportivitas dan Sinergi Hari Bhayangkara ke-80 • 38 Tim Ramaikan Balogo Cup 2026, Polres HSS Perkuat Sinergi dengan Masyarakat • Wabup HSS Hadiri Penutupan MTQ Kalsel, Kafilah Raih Dua Juara I • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Persit Kotabaru Dorong Inovasi Sasirangan, UMKM Banjar Tembus Pasar Modern

Persit Kotabaru Dorong Inovasi Sasirangan, UMKM Banjar Tembus Pasar Modern

📅 30 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 30 Apr 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, KOTABARU — Kain sasirangan, wastra khas suku Banjar, Kalimantan Selatan, kian bertransformasi dari fungsi tradisional menjadi produk fesyen modern bernilai ekonomi. Melalui sentuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sasirangan kini diminati pasar, baik di dalam maupun luar Pulau Kalimantan.

Salah satu pelaku yang konsisten mengembangkan sasirangan adalah Rabiatul Hariah, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004/Kotabaru, Koorcab Rem 101 PD XII/Tanjungpura. Istri Letda Inf Nordin Joni tersebut mengelola usaha sasirangan dengan dukungan organisasi Persit di lingkungannya.

Rabiatul mengangkat motif ikan todak sebagai ciri khas produknya. Motif ini tidak sekadar ornamen, tetapi mengandung filosofi kerja keras, keteguhan dalam menepati janji, serta harmoni antara manusia dan alam.

Dalam proses produksi, sasirangan motif todak dibuat menggunakan teknik ikat celup tradisional dengan perpaduan pewarna alami dan sintetis. Setiap lembar kain dihasilkan melalui proses pengerjaan tangan, sehingga memiliki keunikan dan nilai seni yang tinggi.

Usaha tersebut berawal dari hobi yang kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan. Sejak 2015, Rabiatul aktif mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha.

Pemasaran dilakukan secara bertahap, mulai dari lingkungan terdekat hingga menjangkau pasar yang lebih luas. Partisipasi dalam pameran tingkat daerah serta kegiatan Persit turut memperluas jaringan pemasaran.

Memasuki era digital, ia juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan sasirangan motif todak kepada pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut menunjukkan peran anggota Persit tidak hanya sebagai pendamping prajurit, tetapi juga sebagai penggerak pelestarian budaya dan penguatan ekonomi keluarga. Inisiatif ini sejalan dengan semangat pemberdayaan UMKM di lingkungan Persit.

Baca Juga  Pelantikan PC Muslimat NU HSS Warnai Harlah ke-80, Bupati Dorong Kontribusi Nyata

Sasirangan motif todak kini hadir sebagai produk kerajinan bernilai budaya sekaligus komoditas ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

*(Rls-Eam/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook