BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
TERKINI
Musrenbang Kalsel 2026, HSS Komitmen Selaraskan Pembangunan Daerah dan Provinsi • Pemkab HSS Evaluasi Kinerja APIP, Wabup Tekankan Penguatan Tata Kelola • Entry Meeting Digelar, Pemkab HSS Siap Sukseskan Pemeriksaan BPK • Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan • Nostalgia “Satu Hati”: Ratusan Alumni STMN/SMKN 5 Banjarmasin Pererat Silaturahmi Lewat Halal Bihalal • Suasana Meriah di Alun-Alun Lamandau: Penonton Bergoyang Asyik, Bazar Ramai, Polisi dan Satpol PP Siap Amankan • PKK HSS Didorong Jadi Garda Terdepan Bela Negara Lewat Ketahanan Keluarga • Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Warga Loksado Sambut Harapan Baru
Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

📅 11 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 5 jam lalu

BANJARTV.COM, BANJARBARU — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan atau yang akrab disapa H. Gia, ditemui saat Musrembang Provinsi Kalsel, di Gedung Idham Chalid, di Banjarbaru Selasa (7/4/2026). mengungkapkan bahwa kondisi stok plastik di wilayah Kalimantan Selatan masih relatif aman meski terbatas.

“Alhamdulillah untuk saat ini pantauan kami masih aman, walaupun stoknya terbatas. Kami berharap masyarakat tidak terlalu panik,” ujar Gia

Menurutnya, kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor global, termasuk dampak konflik internasional yang mengganggu pasokan bahan baku. Ia menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi plastik ke daerah.

Gia mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan plastik dan tidak bersikap boros. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mencari solusi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

“Kami berupaya mencari pengganti plastik. Dulu sudah pernah ada program penggunaan bahan ramah lingkungan, dan sekarang kami kembali berdiskusi dengan dinas terkait untuk mengembangkan alternatif tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga plastik merupakan konsekuensi dari hukum pasar. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan tetap tinggi, harga pun cenderung meningkat.

“Kondisi ini memang hukum dagang. Barang sedikit, harga jadi mahal. Karena itu kita harus mulai mengurangi ketergantungan,” katanya.

Kenaikan harga plastik ini juga berdampak pada pedagang kecil, khususnya pelaku usaha makanan seperti penjual gorengan. Gia menyarankan agar pedagang dapat menyiasati penggunaan plastik, misalnya dengan menggabungkan beberapa barang dalam satu kantong.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar aspek keamanan tetap diperhatikan dalam pengemasan barang.

Ke depan, Dinas Perdagangan berharap kondisi pasokan plastik dapat kembali normal. Namun, Gia menegaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah terhadap produsen plastik sangat terbatas karena sebagian besar pasokan berasal dari luar negeri.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini dan tetap bijak dalam penggunaan plastik,” pungkasnya.

ARD/BANJARTV.COM

Bagikan: WhatsApp Facebook