BANJARTV
🔍
Lintas Banua
Bupati CUP Renang 2026 Resmi Dibuka, HSS Bidik Lahirnya Atlet Muda Berprestasi • 40 Pelajar se-HSS Adu Kemampuan dalam Kejuaraan Gulat Bupati Cup 2026 • Perkuat Target Pembangunan 2025–2030, Pemkab HSS Evaluasi Kinerja Dukcapil • Ribuan Warga Gowes Bersama Wabup dan Sekda dalam Sepeda Santai Milad ke-28 Minhajul Abidin • UPTD Taman Budaya Kalsel Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 Kategori Taman Budaya • Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Kemenbud Berikan Penghargaan dalam Tujuh Kategori • Dandim 1006/Banjar Salurkan Bantuan Sembako dan 50 Tabung Oksigen untuk 600 Relawan Karhutla • Lantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, Setdako Dorong Pengembangan Seni Budaya • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

Harga Plastik Naik, Disdag Kalsel Imbau Warga Tidak Panik dan Hemat Penggunaan

📅 11 Apr 2026 ✍️ banjartv 🕐 11 Apr 2026
Bagikan

BANJARTV.COM, BANJARBARU — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan atau yang akrab disapa H. Gia, ditemui saat Musrembang Provinsi Kalsel, di Gedung Idham Chalid, di Banjarbaru Selasa (7/4/2026). mengungkapkan bahwa kondisi stok plastik di wilayah Kalimantan Selatan masih relatif aman meski terbatas.

“Alhamdulillah untuk saat ini pantauan kami masih aman, walaupun stoknya terbatas. Kami berharap masyarakat tidak terlalu panik,” ujar Gia

Menurutnya, kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor global, termasuk dampak konflik internasional yang mengganggu pasokan bahan baku. Ia menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi plastik ke daerah.

Gia mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan plastik dan tidak bersikap boros. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mencari solusi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

“Kami berupaya mencari pengganti plastik. Dulu sudah pernah ada program penggunaan bahan ramah lingkungan, dan sekarang kami kembali berdiskusi dengan dinas terkait untuk mengembangkan alternatif tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga plastik merupakan konsekuensi dari hukum pasar. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan tetap tinggi, harga pun cenderung meningkat.

“Kondisi ini memang hukum dagang. Barang sedikit, harga jadi mahal. Karena itu kita harus mulai mengurangi ketergantungan,” katanya.

Kenaikan harga plastik ini juga berdampak pada pedagang kecil, khususnya pelaku usaha makanan seperti penjual gorengan. Gia menyarankan agar pedagang dapat menyiasati penggunaan plastik, misalnya dengan menggabungkan beberapa barang dalam satu kantong.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar aspek keamanan tetap diperhatikan dalam pengemasan barang.

Ke depan, Dinas Perdagangan berharap kondisi pasokan plastik dapat kembali normal. Namun, Gia menegaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah terhadap produsen plastik sangat terbatas karena sebagian besar pasokan berasal dari luar negeri.

Baca Juga  Bupati HSS dan Kementan Perkuat Sinergi Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

“Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini dan tetap bijak dalam penggunaan plastik,” pungkasnya.

ARD/BANJARTV.COM

Bagikan: WhatsApp Facebook