BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
TERKINI
Suasana Meriah di Alun-Alun Lamandau: Penonton Bergoyang Asyik, Bazar Ramai, Polisi dan Satpol PP Siap Amankan • PKK HSS Didorong Jadi Garda Terdepan Bela Negara Lewat Ketahanan Keluarga • Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Warga Loksado Sambut Harapan Baru • Sinergi Kampus, DPRD, dan Kepolisian Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas • Wakil Bupati Tekankan Profesionalisme ASN, Serahkan Penghargaan Wajib Pajak Berprestasi • Raker GTRA HSS Bahas TORA 2026, Wabup Tekankan Transparansi dan Sinergi • Dari Permainan Rakyat ke Arena Prestasi, Kejuaraan Domino Digelar di HSS • Pererat Silaturahmi, Yonif 829/BA Libatkan Forkopimda dan Pers dalam Diskusi Strategis
Perkuat Pilar Media dalam KLA, Dinsos P3AP2KB Banjar Gelar Sosialisasi Informasi Layak Anak

Perkuat Pilar Media dalam KLA, Dinsos P3AP2KB Banjar Gelar Sosialisasi Informasi Layak Anak

📅 24 Feb 2026 ✍️ banjartv 🕐 24 Feb 2026

Banjartv.com, Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB menggelar Sosialisasi Informasi Layak Anak (ILA) Kabupaten Banjar Tahun 2026, Senin (23/2/2026), di Aula Dinsos P3AP2KB, Jalan Pendidikan, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan Program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), khususnya pada indikator Informasi Layak Anak (ILA) atau indikator KD24 yang berkaitan dengan peran media massa sebagai salah satu pilar pembangunan anak.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan, Andrian Anwari, mengatakan bahwa Informasi Layak Anak menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung terselenggaranya program KLA.

“Informasi layak anak ini adalah salah satu indikator dari program Kabupaten/Kota Layak Anak, yaitu KD24. Ini berkaitan dengan pilar media massa. Jika salah satu pilar tidak berjalan, maka pembangunan anak tidak bisa berjalan dengan normal,” ujarnya.

Menurutnya, secara umum media telah memiliki pedoman dalam pemberitaan, baik dari Dewan Pers maupun organisasi profesi. Namun ke depan, media diharapkan tidak hanya memberitakan isu anak, tetapi juga melibatkan anak secara langsung dalam kegiatan jurnalistik.

“Sudah saatnya media tidak hanya memberitakan, tetapi juga melibatkan anak. Misalnya dalam pelatihan jurnalistik, menulis berita, atau menjadi pewara. Anak-anak bisa belajar bagaimana menjadi jurnalis,” tambahnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antara media dengan Forum Anak Daerah (FAD) melalui pembina atau pendamping, termasuk kemungkinan kerja sama formal melalui nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (PKS).

Sementara itu, Kabid PPPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengumpulkan insan pers sebagai salah satu pilar KLA untuk berkolaborasi dalam penyediaan informasi yang layak anak.

Baca Juga  Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Banjir di Kabupaten Banjar, Pastikan Perlindungan Kelompok Rentan

“Teman-teman wartawan merupakan salah satu pilar KLA. Selain memberitakan informasi yang layak anak, kami berharap bisa terjalin kolaborasi dengan anak-anak di Kabupaten Banjar yang tergabung dalam Forum Anak Berserah Kabupaten Banjar maupun organisasi anak lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini media di Kabupaten Banjar telah banyak memberitakan prestasi maupun permasalahan anak. Hal tersebut menjadi bagian dari penilaian dalam program Kabupaten Layak Anak.

“Yang mungkin belum maksimal adalah kolaborasi langsung antara wartawan dan anak-anak. Ini yang menjadi perhatian kita bersama untuk memperkuat Kabupaten Layak Anak di Banjar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, media massa, dan forum anak semakin kuat dalam mewujudkan Kabupaten Banjar sebagai Kabupaten Layak Anak Tahun 2026.

*(ARD/Banjartv.com)

Bagikan: WhatsApp Facebook