BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Izinkan siswa Gelar Perpisahan di THM , Komisi IV DPRD Kalsel Minta Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk di Pecat

Izinkan siswa Gelar Perpisahan di THM , Komisi IV DPRD Kalsel Minta Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk di Pecat

📅 20 May 2025 ✍️ banjartv 🕐 20 May 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarmasin.- Buntut viralnya perpisahan 180 siswa kelas XII SMAN 1 Sungai tabuk kabupaten banjar di tempat hiburan malam Hexagon / terus bergulir. Bahkan terbaru kepala SMAN 1 Sei Tabuk, Elly Agustina dipanggil komisi IV DPRD Kalsel. Untuk klarifikasi atas kejadian tersebut , Senin (19/05/25) sore .

Dalam pertemuannya itu, Jihan menjelaskan, kegiatan tersebut jelas melanggar imbauan resmi dari Dinas Pendidikan yang melarang sekolah menggelar acara perpisahan di luar lingkungan sekolah, kecuali di gedung pemerintahan.

 Ia menyayangkan keputusan pihak sekolah yang justru memilih lokasi tidak layak untuk kegiatan pendidikan. “Sudah ada edaran agar tidak mengadakan perpisahan di luar sekolah kecuali di kantor pemerintahan. Ini malah di tempat hiburan malam,” ucap Jihan dengan nada geram.

Menurutnya, tindakan tersebut mencederai marwah dunia pendidikan dan tidak mencerminkan tanggung jawab moral pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa perlu ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Jihan juga mengingatkan bahwa sanksi yang terlalu ringan seperti teguran tidak akan memberikan efek jera, justru bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain.

“Harus ditindak tegas, jangan sampai ringannya sanksi membuat hal ini diimitasi. Sebagai orang tua, tentu sakit hati, karena kita menyekolahkan anak untuk dijauhkan dari pergaulan negatif. Tapi ini justru pihak sekolah yang membawa mereka ke tempat yang tidak semestinya,” ujar Jihan lagi, menyuarakan keprihatinannya.

Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk, Elly Agustina saat ditemui usai rapat dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel menyatakan kesiapan dirinya bila diminta mundur sebagai kepala sekolah. “Saya siap apapun keputusan dari Dinas Pendidikan,” ujar Elly Agustina.

Dikesempatan itu Elly juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan instansi khususnya kepada dinas Pendidikan Provinsi Kalsel atas kegaduhan ini. *(Muhail/banjar tv)

Baca Juga  Rakor TP PKK HSS Hasilkan Komitmen Bersama, Fokus pada Kesejahteraan Keluarga dan Penanganan Stunting
Bagikan: WhatsApp Facebook