BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
KKN Internasional ULM Bangun Pojok Baca dan Papan Informasi di Kawasan FELDA Malaysia • Penyegaran Birokrasi, Pemkab HSS Rotasi Sejumlah Pejabat Strategis • Tim Takraw Putri HSS Tampil Perkasa di POPDA Kalsel, Tim Putra Melaju ke Semifinal • Takraw HSS Tampil Gemilang di POPDA Kalsel, HSS-A dan HSS-B Juara Pool • Sekda HSS Hadiri Sidang GTRA Penetapan Redistribusi Tanah 2026 • 30 Hari Bangun Desa, TMMD ke-128 di HSS Resmi Berakhir • TMMD ke-128 di HSS Rampung 100 Persen, Bangun Jalan hingga Rehab RTLH • GOW HSS Tingkatkan Literasi Kebencanaan Organisasi Wanita untuk Perkuat Ketahanan Keluarga • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Izinkan siswa Gelar Perpisahan di THM , Komisi IV DPRD Kalsel Minta Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk di Pecat

Izinkan siswa Gelar Perpisahan di THM , Komisi IV DPRD Kalsel Minta Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk di Pecat

📅 20 May 2025 ✍️ banjartv 🕐 20 May 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarmasin.- Buntut viralnya perpisahan 180 siswa kelas XII SMAN 1 Sungai tabuk kabupaten banjar di tempat hiburan malam Hexagon / terus bergulir. Bahkan terbaru kepala SMAN 1 Sei Tabuk, Elly Agustina dipanggil komisi IV DPRD Kalsel. Untuk klarifikasi atas kejadian tersebut , Senin (19/05/25) sore .

Dalam pertemuannya itu, Jihan menjelaskan, kegiatan tersebut jelas melanggar imbauan resmi dari Dinas Pendidikan yang melarang sekolah menggelar acara perpisahan di luar lingkungan sekolah, kecuali di gedung pemerintahan.

 Ia menyayangkan keputusan pihak sekolah yang justru memilih lokasi tidak layak untuk kegiatan pendidikan. “Sudah ada edaran agar tidak mengadakan perpisahan di luar sekolah kecuali di kantor pemerintahan. Ini malah di tempat hiburan malam,” ucap Jihan dengan nada geram.

Menurutnya, tindakan tersebut mencederai marwah dunia pendidikan dan tidak mencerminkan tanggung jawab moral pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa perlu ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Jihan juga mengingatkan bahwa sanksi yang terlalu ringan seperti teguran tidak akan memberikan efek jera, justru bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain.

“Harus ditindak tegas, jangan sampai ringannya sanksi membuat hal ini diimitasi. Sebagai orang tua, tentu sakit hati, karena kita menyekolahkan anak untuk dijauhkan dari pergaulan negatif. Tapi ini justru pihak sekolah yang membawa mereka ke tempat yang tidak semestinya,” ujar Jihan lagi, menyuarakan keprihatinannya.

Kepala SMAN 1 Sungai Tabuk, Elly Agustina saat ditemui usai rapat dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel menyatakan kesiapan dirinya bila diminta mundur sebagai kepala sekolah. “Saya siap apapun keputusan dari Dinas Pendidikan,” ujar Elly Agustina.

Dikesempatan itu Elly juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan instansi khususnya kepada dinas Pendidikan Provinsi Kalsel atas kegaduhan ini. *(Muhail/banjar tv)

Baca Juga  Pukulan gong oleh Bupati HSS menaandai HSS UMKM Expo 2025 Resmi Dibuka
Bagikan: WhatsApp Facebook