BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Dinsos P3AP2KB Banjar Ungkap Kasus Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme Tingkat Tinggi, Kini Jalani Pendampingan Intensif • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
OJK Kalsel Sebut Sektor Jasa Keuangan di Kalsel Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

OJK Kalsel Sebut Sektor Jasa Keuangan di Kalsel Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

📅 25 Apr 2025 ✍️ banjartv 🕐 25 Apr 2025
Bagikan

Banjartv.com, Banjarmasin – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan (OJK Kalsel) menilai Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Kalsel tetap terjaga stabil, di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global.

Perekonomian Kalsel masih terus tumbuh sebesar 5,05 persen secara cumulative to cumulative di tengah tantangan global maupun domestik, dengan nominal PDRB Rp1.081,8 triliun, sedikit lebih tinggi dari nasional sebesar 5,03 persen dengan nominal PDB sebesar Rp3.296,7 triliun.

Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo mengatakan ekonomi Kalsel masih ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri pertambangan, pengolahan, dan pertanian.

Dijelaskannya, sektor perbankan terjaga stabil dengan kinerja intermediasi yang kontributif.

Kondisi tersebut didukung oleh likuiditas yang memadai, dan tingkat permodalan yang kuat di tengah peningkatan risiko ketidakpastian.
Kredit perbankan posisi Februari 2025 tetap melanjutkan double digit growth sebesar 18,59 persen (yoy) (Januari 2025: 18,16 persen) dengan outstanding Rp77,45 triliun.

“Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan dengan posisi outstanding Januari 2025 sebesar Rp77,10 triliun,” jelaskan pada media update di Banjarmasin, Kamis (24/4/2024)

Komposisi kredit utamanya ditopang oleh kredit modal kerja sebesar 23,98 persen dan kredit investasi sebesar 22,94%.

Kedua kredit tersebut adalah bersifat produktif yang diharapkan dapat mendorong peningkatan penghasilan dan kapasitas usaha di Kalsel.

“Sementara itu, dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 13,01 persen menjadi Rp94,03 triliun (Januari 2025: 11, 59 persen),” tambahnya.
Pertumbuhan DPK yang tinggi ditopang oleh deposito yang tumbuh sebesar 32,47 persen yoy, diikuti oleh giro sebesar 10,16%, dan tabungan sebesar 6,09 persen.

Perkembangan industri keuangan nonbank di Kalsel posisi Januari 2025 terjaga stabil.

Namun, piutang Perusahaan Pembiayaan meningkat sebesar 0,93 persen yoy atau menjadi sebesar Rp12 triliun.
Non-Performing Financing (NPF) atau jumlah pembiayaan macet terjaga diangka 1,86 persen, lebih kecil dari NPF Nasional 2,96 persen.

Baca Juga  Wabup HSS Dorong Inovasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat Pimpin Apel di Disporapar

Berdasarkan jenis kegiatan, pembiayaan investasi menjadi yang tertinggi di Kalsel, yaitu sebesar Rp5,8 triliun diikuti pembiayaan multiguna sebesar Rp4,25 triliun dan modal kerja sebesar Rp1,32 triliun.

Sedangkan, berdasarkan sektor ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi sektor dengan penyaluran tertinggi, yaitu sebesar Rp3,78 triliun.

Sementara itu, ada tiga daerah dengan penyaluran terbesar di Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin (Rp3,64 triliun), Kabupaten Tanah Bumbu (Rp2,02 triliun), dan Kabupaten Tabalong (Rp1,40 triliun).(Eko/Banjartv)

Bagikan: WhatsApp Facebook