
Semarak Tradisi Baayun Maulid di TK Ar Raudah Gambut
BANJARTV.COM, BANJAR – Bulan Rabiul Awal selalu membawa semarak tersendiri bagi umat Islam, termasuk masyarakat Kalimantan Selatan. Di Tanah Banjar, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak lepas dari tradisi khas yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya Baayun Maulid.
Semangat menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut turut diusung TK Ar Raudah Gambut, Kabupaten Banjar, dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid As-Su’ada, lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASEL), Km 12 Gambut, itu berlangsung dalam suasana ceria dan religius.

Sebanyak 24 ayunan disiapkan dan dihias oleh para orang tua murid. Beragam camilan, kue tradisional, hingga pernak-pernik bernuansa merah putih menghiasi ayunan. Hiasan tersebut sekaligus menambah semarak suasana karena masyarakat masih berada dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tradisi Baayun Maulid merupakan bentuk akulturasi budaya lokal dengan ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diayun sembari lantunan puji-pujian dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW dikumandangkan.
Kepala TK Ar Raudah, Musdalipah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menyenangkan untuk mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.
“Kami mengadakan acara ini karena ingin merayakan, memeriahkan, serta menggembirakan hati anak-anak agar mereka tambah senang. Sekaligus kami ingin mengenalkan tradisi Baayun anak di bulan Maulid ini kepada mereka,” ujarnya.
Musdalipah menambahkan, kegiatan tersebut terasa istimewa karena merupakan kali pertama TK Ar Raudah menyelenggarakan Baayun Maulid. Bahkan, menurutnya, kegiatan serupa baru dilaksanakan oleh TK Ar Raudah di tingkat Kecamatan Gambut.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi tersebut dan membuat pelaksanaannya semakin semarak.
“Harapan kami, mudah-mudahan anak menjadi sosok yang selalu mendapat syafaat dari Rasulullah, menjadi anak yang cerdik, pintar, serta berbakti kepada orang tuanya. Melalui pengenalan ini, kami juga berharap mereka meneladani sifat rasulnya, yakni menjadi pribadi yang jujur, amanah, fathonah, dan siddiq,” tutur Musdalipah.
Nuansa religius semakin terasa saat memasuki pembacaan Mahalul Qiyam. Pada momen tersebut, anak-anak yang berada di dalam ayunan menjalani prosesi tapung tawar yang dilakukan Ustaz Jojo selaku penceramah dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Pelestarian budaya yang diinisiasi TK Ar Raudah itu mendapat apresiasi dari Penilik Kecamatan Gambut, Murniati. Ia mengaku bangga atas dedikasi pihak sekolah yang didukung antusiasme para orang tua murid.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh TK Ar Raudah. Dalam pelaksanaan Maulid Nabi, insyaallah semua TK maupun PAUD di Kecamatan Gambut melaksanakannya, cuma untuk tradisi Baayun baru TK Ar Raudah ini yang menggelarnya,” ucap Murniati.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman dan kenangan positif bagi anak-anak.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman berharga dan syafaat dari Allah SWT. Alhamdulillah, semoga mereka kelak menjadi anak yang sukses, serta menjadi generasi yang saleh dan salehah untuk ke depannya,” pungkasnya.
*(EAM/BANJARTV.COM)