
Kendalikan Inflasi, Pemkab HSS Perkuat Sinergi Tiga Pilar Ekonomi Daerah
BANJARTV.COM, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperkuat upaya pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah melalui sinergi tiga pilar ekonomi, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kehadiran Wakil Bupati HSS, H. Suriani, S.Sos., M.AP., yang mewakili Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., dalam High Level Meeting (HLM) Terpadu “Sinergi Tiga Pilar Ekonomi Daerah – TPID, TP2DD, dan TPAKD” yang digelar di Hotel Mercure Hayam Wuruk, Jakarta, Rabu (26/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Antardaerah untuk Pengendalian Inflasi se-Banua Anam Provinsi Kalimantan Selatan.

Kerja sama antardaerah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi berbagai komoditas. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Melalui kerja sama yang semakin erat, pemerintah daerah di kawasan Banua Anam diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam merespons berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga, khususnya komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten HSS yang menempatkan penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan ekonomi masyarakat, perluasan akses keuangan, serta pemanfaatan digitalisasi menjadi sejumlah aspek yang terus didorong secara terpadu.
Tiga Pilar Saling Menguatkan
Sinergi TPID, TP2DD, dan TPAKD memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat fondasi perekonomian daerah.
TPID berfokus pada pengendalian inflasi melalui berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Sementara itu, TP2DD mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta optimalisasi penerimaan dan pengelolaan transaksi pemerintah daerah.

Di sisi lain, TPAKD berperan dalam memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan formal. Dengan akses keuangan yang semakin luas, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara produktif.
Penguatan ketiga pilar tersebut diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan mempertahankan daya beli.
Dengan semakin eratnya kolaborasi antardaerah di kawasan Banua Anam, Pemkab HSS berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah diarahkan pada tujuan yang sama, yakni menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
*(UCK/BANJARTV.COM)