
Unik dan Menghibur, Lomba Mahambit Hatap Warnai Perayaan Maulid dan HUT ke-81 RI di Pandulangan
BANJARTV.COM, PANDULANGAN — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Serumpun, Desa Pandulangan, Kecamatan Padang Batung, menggelar berbagai perlombaan untuk anak-anak hingga orang dewasa dalam rangka memeriahkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di sekitar PKBM Serumpun dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.
Untuk kategori anak-anak, perlombaan yang digelar antara lain azan putra, tarik tambang putra dan putri, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat.
Sementara itu, kategori dewasa mempertandingkan tarik tambang putra dan putri serta bulu tangkis putri. Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian warga adalah mahambit hatap, yakni lomba membuat atap dari daun sagu.
Lomba mahambit hatap menjadi salah satu atraksi yang unik sekaligus menghibur. Para peserta tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga harus menghasilkan atap yang rapi dan memiliki nilai keindahan.

Penilaian dalam perlombaan tersebut meliputi kecepatan berdasarkan waktu pengerjaan, kerapian hasil, serta keindahan.
Ketua Panitia Pelaksana, Akhmad Saidi, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda sekaligus upaya mempertahankan budaya lokal.
“Lomba ini dilaksanakan untuk menambah wawasan keagamaan bagi anak-anak dan melestarikan kearifan lokal,” ujar Akhmad Saidi.


Menurutnya, perpaduan antara kegiatan keagamaan, perlombaan, dan budaya lokal diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini masih mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat. Selain menjadi hiburan, perlombaan tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan serta menjaga tradisi dan kearifan lokal agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.
*(UCK/BANJARTV.COM)