BANJARTV
🔍
Tema ini dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Lintas Banua
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan • Bupati HSS Ajukan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus Perkuat Pangan Lokal dan Industri Kreatif • Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Bripda Ilham dan Fahrian Azizah • Bupati HSS Lepas Kontingen FORKI ke Kejuaraan Karate Shukaido Borneo II Se-Kalimantan • Wabup HSS Hadiri Saprah Amal, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Langgar Miftahul Khair • Pemkab HSS Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan Lewat Program Perjaka HSS Semangat • Wabup HSS dan Danyonif TP 829 Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Daerah • Wabup HSS Tegaskan Optimalisasi PAD dari Pajak Hotel di Loksado • Banjar TV akan Hadir Gasan Bubuhan Pian Sabarataan.....
Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan

Tanam Padi Bersama Kementan, HSS Percepat Modernisasi Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan

📅 11 Jul 2026 ✍️ banjartv 🕐 6 jam lalu
Bagikan

BANJARTV.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi sektor pertanian. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, menghadiri kegiatan tanam padi bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha Wisi Arsanti, di lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Kalimantan Selatan, Desa Amparaya, Kecamatan Simpur, Jumat (10/7).

Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Bupati H. Syafrudin Noor mengatakan, dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan terus meningkat, salah satunya melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Hulu Sungai Selatan menjadi daerah penerima bantuan alsintan terbanyak di Kalimantan Selatan. Bantuan ini meliputi 24 unit combine harvester dan drone pertanian yang akan membantu petani bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien, sehingga produktivitas dapat terus meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan sektor pertanian di masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya menyediakan peralatan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemanfaatannya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab HSS telah membangun gudang yang difungsikan sebagai bengkel alsintan. Fasilitas ini menjadi pusat perawatan dan pemeliharaan alat pertanian agar tetap dalam kondisi optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Selain penguatan sarana produksi, Pemkab HSS juga mempersiapkan sumber daya manusia melalui pembukaan jurusan Agribisnis di SMK Pertanian. Program tersebut didukung dengan pembebasan biaya SPP serta penyediaan seragam sekolah untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Baca Juga  Wabup HSS Hadiri Safari Ramadhan di Daha Selatan, Serahkan Bantuan untuk LKSA dan Panti Asuhan

Di bidang permodalan, pemerintah daerah bersinergi dengan Kementerian ATR/BPN melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara gratis.

“Sertifikat tanah yang dimiliki petani tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses pinjaman berbunga nol persen yang telah disiapkan pemerintah daerah sebagai tambahan modal usaha,” kata bupati.

Pemkab HSS juga terus memperkuat infrastruktur penunjang pertanian, salah satunya melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang telah dilakukan sejak awal masa kepemimpinan Bupati H. Syafrudin Noor, guna mempermudah akses alsintan menuju lahan persawahan.

“Bahkan pada 2027, kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Usaha Tani di berbagai wilayah. Kami ingin pembangunan sektor pertanian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan SDM, kemudahan akses permodalan hingga pembangunan infrastruktur pendukung,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan tanam padi di Desa Amparaya merupakan musim tanam kedua atau telah mencapai Indeks Pertanaman (IP) 200. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Tim Brigade Pangan yang mampu mengoptimalkan lahan. Setelah panen pertama selesai, pengolahan lahan langsung dilakukan sehingga penanaman berikutnya dapat dilaksanakan tanpa jeda panjang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Dr. Idha Wisi Arsanti, anggota DPRD, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Perum Bulog Cabang Barabai, Pupuk Indonesia, jajaran TNI-Polri, camat, kepala desa, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, serta para petani setempat.

*(UCK/BANJARTV.COM)

Bagikan: WhatsApp Facebook